TUGAS MAKALAH MENEJEMEN INDUSTRI OLAHRAGA
DI SUSUN OLEH:
NAMA : AAN FANDI AHMAD
STAMBUK : A421 17 088
KELAS : C
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL…………………………………………………............1
KATA PENGANTAR…………………………….……….…....2
DAFTAR ISI…………………………………………………………………..3
PENDAHULUAN……………………………………………....4
PEMBAHASAN
Rekreasi………………………………………………………....5
Industri Olahraga…………………………………………......7
Permasalahan………………………………………………...14
Penyelesaian Masalah………………………………….... 14
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………..15
PENDAHULUAN
Rekreasi sejauh ini sudah dianggap sangat penting dalam kehidupan manusia, semua lapisan masyarakat sudah menempatkan kegiatan rekreasi ini pada rating teratas dalam kegiatan sehari-hari mereka, bahkan tidak jarang ada yang sudah menjadwalkan kegiatan ini dan menjadi kegiatan wajib setiap minggunya.
Rekreasi dipandang penting karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi didaerah masing-masing bahkan rekreasi juga sangat berpengaruh pada pendapatan Negara dengan memanfaatkan tempat-tempat wisata untuk menarik pengunjung dari dalam negeri maupun wisatawan dari berbagai mancanegara.
Begitu pula dengan olahraga, olahraga tidak kalah pentingnya dengan rekreasi bahkan didalam olahraga bukan hanya dapat meningkatkan perekonomian suatu bangsa tapi juga ada pertarugan gengsi dan politik suatu Negara. Jika olahraga dikelola dengan semaksimal mungkin maka ini akan menjdi batu loncat untuk menuju persaingan global di kancah internasional.
PEMBAHASAN
- REKREASI
Kebanyakan orang berwisata untuk mengembalikan kesegaran pikiran.Setiap hari libur, tempat wisata penuh dengan orang-orang yang ingin menghilangkan kepenatan. Anehnya, setelah liburan penatnya tidak hilang!
Apa yang salah?
Mari kita definisikan kembali rekreasi.Re-kreasi artinya penciptaan kembali.Apa yang di rekreasi? Diri kita! Dan ini berarti adalah fisik, jiwa, dan ruh.
Apakah ketika kita berwisata ketiga hal yaitu fisik, jiwa, dan ruh kita mendapatkan energi baru?Jangan-jangan karena macet menuju tempat wisata justru membuat fisik kita makin ambruk.Jangan-jangan karena membawa beban pikiran pekerjaan kita, maka wisata kita hanya menghadirkan fisik bersama keluarga, namun tanpa hadirnya hati kita. Jangan-jangan karena cara kita bersenang-senang saat wisata, justru ruh kita makin layu. Akibatnya setelah wisata semua makin penat dan letih.
Banyak orang menganggap saat senggang sebagai saat berwisata, atau beristirahat.Sesungguhnya saat senggang adalah saat kita menjadi diri kita (karena sebelumnya kita menjadi manusia yang disuruh-suruh keadaan).Siapa diri kita sesungguhnya?Ialah diri yang kita rumuskan dalam tujuan-tujuan kita.
Coba evaluasi tujuan diri Anda dalam 7 bidang kehidupan berikut ini:
Spiritual
Cinta
Mental
Fisik
Karir
Finansial
Sosial
Sebenarnya yang menyebabkan keletihan berkepanjangan adalah karena ada tujuan di salah satu bidang tersebut yang terus-menerus diabaikan.Saat berwisata dengan keluarga, mungkin tujuan ‘cinta’ yang mendasarinya (Anda ingin keluarga yang saling mencintai).Jadi wisata tersebut hanya meraih satu bidang saja.Kalau Anda kreatif, mungkin bisa menggabungkan cinta dengan fisik, misalnya berenang dengan anak-anak.Fisik bugar, kebersamaan dapat.
Saat senggang yang kita punyai semestinya untuk meraih lebih banyak bidang kehidupan.
Kita penat karena kurang rekreasi.Lebih tepatnya karena kita sering hanyarekreasi pada sebagian kecil bidang kehidupan kita
Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran kembali jasmani dan rohani seseorang.Hal ini adalah sebuah aktivitas yang dilakukan seseorang disamping bekerja.Kegiatan yang umum dilakukan untuk rekreasi adalah pariwisata, olahraga, bermain, dan hobi.Kegiatan rekreasi umumnya dilakukan pada akhir pekan.
Rekreasi merupakan aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang secara sengaja sebagai kesenangan atau untuk kepuasan, umumnya dalam waktu senggang.Rekreasi memiliki banyak bentuk aktivitas di manapun tergantung pada pilihan individual.Beberapa rekreasi bersifat pasif seperti menonton televisi atau aktif seperti olahraga.
Sejak tahun 1940-an, rekreasi telah menjadi unsur penting dalam kehidupan moderen. Pendapatan, kondisi pekerjaan dan perkembangan transportasi yang semakin baik telah memberi orang lebih banyak uang, waktu dan pergerakan yang lebih tinggi untuk melakukan rekreasi.Pada saat ini, rekreasi telah menjadi industri besar.Rekreasi umumnya berdampak pada rasa senang tingkat kesehatan fisik dan mental manusia.
INDUSTRI OLAHRAGA
Seiring kenaikan pendapatan per kapita masyarakat, dunia olahraga nasional diyakini bisa tumbuh menjadi sebuah industri besar yang menguntungkan.Di dunia belahan Barat, dunia olahraga telah menjelma menjadi industri yang sangat mengkilap.Dunia olahraga kini menjadi salah satu permata yang sangat menyilaukan mata.Event-event olah raga yang rutin digelar melibatkan sirkulasi uang yang begitu besar dan menghasilkan keuntungan yang tak sedikit.Produk-produk olahraganya pun laris sehingga industri yang memproduksi produk-produk olahraga pun berkembang. Di Indonesia, bisnis olah raga juga makin menjadi salah satu peluang bisnis yang prospektif. Makin banyak event olah raga nasional dan internasional digelar di Indonesia maka akan semakin banyak pula peluang untuk lebih maju. Beberapa produk-produk olah raga yang diproduksi di Indonesia, seperti bola dan sepatu olah raga, juga bisa diekspor dan disukai masyarakat internasional.
Pengusaha yang cukup lama menekuni bisnis olah raga seperti Erick Thohir, pemilik Grup Mahaka, optimistis dunia olahraga di Indonesia bisa menjadi industri.Menurut saya, saat ini dunia olah raga di Tanah air sedang menuju industri olah raga.Ia menilai industri olah raga bisa jalan ketika penghasilan masyarakat semakin besar atau dengan GDP per kapita sudah di atas US$12.000. Sedangkan GDP perkapita Jakarta baru US$8.000, sementara GDP per kapita nasional malah baru US$4.000.“Jadi, untuk menjadi industrialisasi yang mapan, mungkin baru 6 tahun lagi untuk Indonesia.Tapi, kalau Jakarta mungkin 3 tahun lagi,” ujarnya.
Optimisme serupa juga datang dari Iman Arif, Ketua Komite Tetap Pengembangan Industri Olah Raga Kadin Indonesia.Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik seperti sekarang ini, jelas bisnis olahraga merupakan lahan yang bagus.“Penghasilan masyarakat semakin meningkat, sehinggamereka melihat olahraga sebagai sarana mereka,” paparnya.
Akan tetapi, Iman Arif menekankan bahwa program industrialisasi olahraga tidaklah mudah.Sebab, menyangkut masalah SDM dan dukungan pemerintah.“Jadi, untuk bisa menjadi industri, dunia olahraga harus didukung oleh semua pihak,” tandasnya.
Melihat fakta-fakta di atas tampaknya dunia olah raga mampu menjadi primadona baru dalam dunia bisnis nasional serta menjadi potensi pendapatan pajak yang cukup besar bagi pemerintah.Misalkan saja pertandingan sepak bola.Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta yang notabene merupakan stadion terbesar di Indonesia, berkapasitas penonton lebih dari 80 ribu tempat duduk. Jika kita asumsikan rata-rata stadion berkapasitas 50 ribu tempat duduk dan 80% terisi setiap pertandingan dengan harga tiket untuk satu pertandingan rata-rata Rp25.000, maka setiap pertandingan 1 klub akan memperoleh pendapatan Rp1 miliar. Jika dalam satu musim ada 30 pertandingan, maka selama satu musim satu klub akan mendapat Rp 30 miliar.
Itu hanya dari penjualan tiket dan dari 1 klub, sementara rata-rata satu divisi terdiri dari 20 klub.Sehingga, total potensi pendapatan seluruh klub hanya dari pertandingan sekitar Rp600 miliar selama satu musim. Itu pun hanya baru dari pertandingan, belum lagi penjualan makanan dan minuman selama pertandingan, penjualan merchandise, iklan dari sponsor, royalty atas hak siar. Sehingga, tentu potensi pendapatan pajak dari industri olah raga akan sangat besar.
Potensi devisa juga tidak ketinggalan. Seandainya saja ada balap F1 di Indonesia, para pecinta balap dunia tentu tidak akan ketinggalan untuk menonton balap F1 di sirkuit yang ada di Indonesia, seperti halnya sirkuit Sepang di Malaysia. Event olah raga dunia semacam ini tentu akan menjadi berkah bagi sektor transportasi dan perhotelan di dalam negeri.
Asal tahu saja, di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Utara, olahraga merupakan salah satu hiburan nomor satu.Harga tiket laga sepak bola final Liga Champions atau bigmatch seperti Real Madrid versus Barcelona bisa sangat mahal.Demikian juga tontonan tinjudunia.Orang harus merogoh koceknya cukup dalam untuk bisa memberli tiket pertandingan tinju juara dunia Manny Pacquiao misalnya.
Asal tahu saja, di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Utara, olahraga merupakan salah satu hiburan nomor satu.Harga tiket laga sepak bola final Liga Champions atau bigmatch seperti Real Madrid versus Barcelona bisa sangat mahal.Demikian juga tontonan tinjudunia.Orang harus merogoh koceknya cukup dalam untuk bisa memberli tiket pertandingan tinju juara dunia Manny Pacquiao misalnya.
Dunia olah raga di Indonesia memang belum sampai kepada tahapan tersebut.Bisa dibilang kondisi industri olah raga di Indonesia masih tahap kondisi sedang dalam tahap pertumbuhan.Untuk bisa sampai pada tahap tersebut masih sangat jauh sekali.Akan tetapi, potensinya sangat besar.Lihat saja, dunia musik nasional.Boleh dibilang bisnis musik di Indonesia kini telah menjelma menjadi sebuah industri baru yang menghasilkan putaran uang yang tak sedikit dan melibatkan banyak orang.Bahkan, industri musik nasional juga mampu meraih penggemar dari negara-negara tetangga.
Di Indonesia olahraga nasional masih belum menjadi pilihan tontonan masyarakat kelas menengah atas.Tontonan ini masih identik dengan masyarakat kelas bawah.Masyarakat kelas menengah bukannya tak menyukai olah raga, tetapi mereka nampaknya lebih menyukai tontonan olah raga internasional. Hal ini boleh jadi disebabkan sarana dan prasarana olah raga yang ada di dalam negeri masih belum senyaman di negara-negara lain. Bahkan, dibanding negara-negara tetangga pun, infrastruktur yang ada masih kalah jauh.Dari segi kenyamanan menonton, infrastruktur olahraga di negeri tetangga harus diakui memang masih lebih baik.Tak heran bila masyarakat kelas menengah atas di Indonesia justru lebih suka pergi ke luar negeri untuk menyaksikan event-event olah raga di luar negeri, sementara yang ada di dalam negeri malah tak dilirik.Hal ini tentu memprihatinkan. Karena devisa negara justru terhambur ke negara-negara tetangga yang bisa menghasilkan tontonan olah raga yang lebih baik.
Infrastruktur olah raga tak hanya menyangkut infrastruktur fisik seperti stadion. Infrastruktur pembinaan olah raga, seperti pengembangan atlit usia dini dan riset-riset tentang gizi bagi atlit juga masih belum memadai. Belum lagi rumah sakit khusus untuk olah raga.Pengembangan sumber daya manusia seperti sekolah manajemenolahraga juga masih minim.Padahal, kontrak kerja atau kontrak bisnis di bidang olah raga membutuhkan keahlian tersendiri.Jika masalah ketersediaan infrastruktur olah raga secara menyeluruh ini bisa makin dicukupi, maka dunia oleh raga nasional dapat menjadi salah satu sektor bisnis berkilau.
Para pengusaha belum banyak melirik potensi industri olahraga nasional. Padahal peluangnya sangat banyak, mulai dari industri peralatan pendukung, hak siar, sponsor, dan merchandise .Kamar dagang dan industri berkomitmen untuk menggerakan para pengusaha untuk mengambil potensi tersebut.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Komite Tetap Industri Olahraga Kadin, Iman Arif, di Jakarta, Selasa (19/4/2011)."Belum banyak pengusaha yang tertarik, padahal ini sangat menjanjikan.Bayangkan orang sampe mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan tiket pertandingan basket atau sepak bola. Itu kan peluang besar," katanya
Potensi tersebut juga terlihat dari banyaknya jumlah penduduk Indonesia, serta meningkatnya rating acara televisi, yang menyuguhkan acara olahraga. Di negara lain, olahraga sudah tumbuh menjadi industri besar. Di Singapura misalnya perhelatan Singapore Golf Open menjadi turnamen terbesar yang menyedot banyak pengunjung.Negara lainnya seperti Thailand dan Vietnam juga rutin menggelar event tennis skala internasional.
Menurut Iman, Kadin secara khusus telah membentuk komite industri olahraga. Ke depan komite tersebut akan memperbanyak event-event olahraga, untuk turut menyumbang perekonomian nasional. " Di kita yang potensinya paling besar adalah sepak bola. Bayangkan dengan jumlah penduduk sekitar 237 juta jiwa, potensi penikmat industri sepak bola sangat besar," sebutnya.
Iman mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi kendala utama industri olahraga.Pertama adanya resistensi yang timbul akibat isu-isu politik, korupsi, pembajakan, dan salah manajemen.Kedua, pendapatan hak siar TV yang umumnya masih rendah sehingga sering membuat frustasi pemilik hak siar.Terakhir adalah faktor pendapatan lincensing, yang masih sulit diperoleh.
Perkembangan Dunia Industri Olahraga yang semakin pesat, membutuhkan strategi agar industri olahraga nasional dapat competitiveness dan sustainable dengan kondisi pasar industri olahraga nasional dan internasional. Salah satu strategi pembangunan keolahragaan nasional adalah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terkonsep dalam rangka mencapai target MDG’s dan National Character Development, khususnya dalam Pembudayaan Olahraga.
Pengembangan Industri Olahraga Indonesia terkait dengan Olahraga Pendidikan, Olahraga Rekreasi dan Olahraga Prestasi akan memasuki era baru dengan meningkatnya pasar industri olahraga Asia. Indonesia memiliki potensi Industri Olahraga yang potensial meliputi alam, sumber daya manusia, prospek pertumbuhan ekonomi 7% dan jaringan produsen, distributor dan user yang sangat potensial. Dengan factor-faktor tersebut di atas Industri Olahraga Nasional diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 1% terhadap GDP dan 5% terhadap perekonomian negara.
Indonesia memiliki potensi untuk mengadakan Sport Good’s Show dan Sport Facilities and Lifestyle Expo terbesar di Asia Tenggara dengan sinergitas antara industri olahraga dan prestasi olahraga dengan dimensi franchise dan entertainment. Aspek Pendanaan Industri Olahraga melalui pengembangan pembiayaan berbasis UMKM, FDI dan Sukuk Ritel Syariah yang dikembangkan Departemen Keuangan, merupakan peluang bisnis industri olahraga dan sarana pembentukan entrepreneur muda olahraga. Berdasarkan data dan analisis tersebut di atas maka Riset terhadap Sport Industry sangat dibutuhkan dalam Pengembangan Industri Olahraga Nasional dalam rangka Penetrasi Industri Olahraga Indonesia ke Pasar Internasional.
Olahraga saat ini telah menembus ranah industri.Bahkan telah menjadi industri yang menglobal. Banyak negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, India, Australia, dan Thailand memacu pertumbuhan industri olahraga sebagai pemasok devisa.
Industri olahraga yang dijadikan unggulan adalah industri peralatan olahraga dengan merk global yang menembus pasar di seantero dunia. Unggulan kedua adalah industri event olahraga, baik yang menjadi kategori olympic games, maupun di luar kategori itu. Termasuk event olahraga ekstrim.Industri jasa di bidang olahraga seperti konsultansi, pemandu bakat, klub- klub olahraga dan kesegaran jasmani.
Bidang media komunikasi dan informasi dan produk hiburan untuk pemanfaatan waktu senggang juga telah lama dikembangkan. Belajar dari pengalaman negara-negara tersebut, kita akan memacu pengembangan industri nasional. Usaha tersebut harus dilakukan secara sistemik, sistematik, komprehensif, dan berkelanjutan.
Menurut Deputi III (Bidang Kewirausahaan Pemuda dan Industri Olahraga) Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Sudrajat Rasyid, sejak tahun 2005, pihaknya telah mulai menata langkah-langkah konkret untuk mengembangkan industri olahraga. Kami telah berkomitmen untuk mengembangkan industri olahraga untuk mendorong tumbuhnya olahraga pendidikan, olahraga prestasi, dan olahraga rekreasi, sekaligus sebagai kekuatan pendorong tumbuhnya industri dan ekonomi nasional yang mensejahterakan masyarakat,jelasnya.
Beberapa kategori yang menjadi fokus pengembangan industri olahraga antara lain :
1. Produk pakaian dan alat-alat olahraga.
Pengembangan produk kreatif pakaian olahraga dan berbagai peralatan olahraga pendidikan, olahraga rekreasi dan olahraga prestasi yang berstandar nasional dan internasional.Produk pakaian dan peralatan olahraga ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, pemusatan latihan atlet, klub-klub olahraga, kebutuhan masyarakat, kebutuhan pasar lokal, domestik, dan internasional.
2. Event-event kejuaraan olahraga.
mengembangkan berbagai event kejuaraan olahraga pada kategori olympic games, berbagai kejuaraan/kompetisi, dan festival olahraga rekreasi termasuk olahraga masyarakat dan olahraga tradisional, olahraga ekstrim, termasuk adventure sport, yang diintergrasikan dengan gelar kesenian, kebudayaan tradisional, kesenian kontemporer, potensi sumber daya alam, dan promosi pariwisata.
Festival Internasional Pemuda dan Olahraga Bahari, Indonesia Open Extreme Sport Chamionship, dan Menpora Sport Festival sebagai contoh event berskala nasional dan internasional yang telah sejak tahun 2006 digelar dan dijadikan agenda tahunan.
3. Pemasaran industri olahraga.
pengembangan konsultansi olahraga, penumbuhan klub-klub olahraga, penumbuhan media informasi dan komunikasi olahraga, memacu kegiatan promosi, dan pemasaran industri olahraga di dalam dan luar negeri.
4. meningkatkan kapasitas kemampuan pelaku industri olahraga.
Ditegaskan oleh Sudrajat Rasyid, dari perspektif ekonomi, pengembangan industri olahraga diarahkan untuk mempercepat penanggulangan pengangguran, membuka peluang kesempatan kerja dan usaha bagi wirausaha muda di pedesaan dan perkotaan.
Permasalahan
1. Mengapa setelah rekreasi kita masih merasa penat ?
2. Mengapa olahraga nasional kita masih kurang baik, bahkan untuk bersaing dengan Negara tetangga kita masih kalah ?
3. Mengapa dana untuk olahraga di Indonesia banyak yang masih tidak mencukupi, bahkan untuk mensejahterakan atlet dan mantan atlet nasional ?
Penyelesaian masalah
1. Ini karena kita hanya memahami rekreasi itu sebagai wisata-wisata biasa yang seperti di lakukan orang-orang pada umumnya atau kata lainnya kita hanya ikut-ikutan. Padahal rekreasi itu adalah salah satu kegiatan yang bisa membawa kita pada ketenangan jiwa seutuhnya.
Caranya ialah kita harus membawa diri kita seutuhnya saat rekreasi, maksudnya adalah kita harus merileksasikan fisik, jiwa dan ruh kita saat kita melakukan kegiatan yang satu ini, tidak hanya fisik semata saja. Nikmati saat santai anda dengan semaksimal mungkin, ajak semua yang ada di diri anda untuk rileks dengan menikmati tempat wisata atau lakukan kegiatan seperti berenang dengan teman atau keluarga anda. Maka makna dari rekreasi itu akan bisa anda bawa kedalam kehidupan anda sehari-hari dan memulai aktivitas seperti biasanya dengan senyum manis di wajah anda.
2. Penyebabnya adalah karena olahraga masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan kurangnya dukungan dari semua pihak.
Pada saat kita saat kita baru sedikit meningkat olahraganya semua berlomba-lomba mempromosikan diri seakan-akan itu karena usahanya sendiri. Tetapi saat kita kalah saing dari Negara lain derita itu hanya dipikul oleh para atlet dan offisialnya saja, pemerintah seakan saling menyalahkan dan tidak perduli dengan itu semua.
Pemerintahlah yang paling bertanggung jawab atas semua ini, memang olahraga dalam negeri tanggung jawab kita semua, akan tetapi pemerintahlah yang menjadi sorotan utama.
Maka untuk masalah ini pemerintah harus memberi perhatian lebih pada olahraga dan para atletnya untuk meningkatkan kekuatan dalam bersaing dengan Negara lain yaitu dengan memanfaatkan industri olahraga yang ada dengan baik dan transparan dan memberikan tempat latihan yang aman dan nyaman serta pelatih yang berkualitas untuk perbaikan olahraga.
3. Salah satu penyebabnya adalah karena pengelolaan dibidang olahraga dinegeri ini masih minim dan kurang maksimal, sehingga olahraga hanya menjadi tontonan masyarakat menengah kebawah. Kemana orang-orang yang kelas ekonominya menengah keatas.Mereka lebih suka menonton pertandingan olahraga ke luar negeri.Sebab untuk media olahraga di luar negeri lebih nyaman untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan big match seperti el classico. Sehingga dana yang seharusnya berputar di dalam negeri untuk meningkatkan kwalitas atlet-atlet dan untuk kesejahteraannya menjadi milik orang lain. Padahal olahraga dalam negeri saat ini sangat membutuhkan dana untuk meningkatkan performa olahraga kita.
Yang harus dilakukan pemerintah ialah menumbuhkan dan mengadakan pertandingan atau event-event bergengsi dalam negeri. Karena dana penjualan tiket dari satu kali pertandingan di stadion GBK saja sudah mancapai milyaran rupiah dan dana-dana seperti inilah yang nantinya akan menjadi modal untuk memperbaiki media-media olahraga dalam negeri agar lebih nyaman untuk menonton pertandingan serta untuk meningkatkan mutu atlet dan untuk mensejahterakan masa depan mereka.
DAFTAR PUSTAKA
Rasyid Sudrajat,2006, Rekreasi dan Industri Olahraga, Mentri Pemuda dan Olahraga.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/04/20/12010729/Industri.Olahraga.Belum.Banyak.Dilirik. 2008.